Pelatihan ICS Madu Hutan di Pining, Aceh.

Sekretariat JMHI bekerja sama dengan Usaid Lestari Indonesia dan para pawang madu hutan di Pining, Gayo Lues, Aceh, selama 3 hari ini, 10-11-12 Desember 2018 saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan madu hutan Apis dorsata.

Sekretariat JMHI posisi lengkap, Hermanto, Theophila Praptami, Deasy Rinayanti Pelealu dan Wahyu Widhi, berangkat tanggal 8 Desember 2018 menuju Medan. Dari Medan perjalanan dilanjutkan jalur darat selama 11 jam menuju Blangkejeran, Gayo Lues.

Jalur berkelok kelok dan naik turun menemani sepanjang perjalanan diiringi hujan hingga akhirnya kami tiba di penginapan di Blangkejeran sekitar pukul setengah sepuluh malam.

Tanggal 10 pagi, sekitar pukul setengah sembilan kami ditemani beberapa staf dan konsultan Lestari sudah mulai menyusuri jalan berkelok menuju Pining. Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan elok, bukit menghijau dengan beragam vegetasi.

Sekitar dua jam kami akhirnya tiba di kantor kecamatan Pining dan sudah ditunggu para peserta yang terdiri dari pawang madu hutan dari 7 desa, petugas pendamping dan KLH dan juga dari kecamatan.

Sayang karena listrik yang padam sehingga materi awal presentasi kurang berjalan lancar.

Di awal setelah perkenalan dan harapan dari masing-masing peserta seharusnya pemutaran video perkenalan pertanian organis dan juga beberapa video panen dan paska panen dari beberapa anggota JMHI.

Materi perkenalan pertanian organis yang tanpa pendukung slide karena listik padam, juga kurang bisa dengan mudah diterima peserta yang sebagian besar para pawang madu hutan.

Setelah berdiskusi dengan tim dari Lestari akhirnya materi tentang standar madu hutan baik proses panen dan paska panen yang higeinis kami lakukan di sesi hari pertama.

Para peserta dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama akan membahas mengenai proses sebelum panen hingga panen berakhir. Baik dari segi proses, alat dan juga sumber pakan lebah.

Kelompok kedua membahas mengenai proses perlakuan terhadap madu setelah panen atau disebut sebagai paska panen.

Setelah sesi diskusi kelompok listrik kembali menyala. Pemutaran video panen madu hutan dari Danau Sentarum dan Riau kemudian menjadi sesi tanya jawab tentang apa yang membedakan proses panen di kedua daerah tersebut dengan panen di daerah mereka.


Mereka pakai pengaman di badan kami masih belum, ungkap salah satu pawang membandingkan dengan teman-teman di Riau yang sudah melakukan panen madu hutan di siang hari. Tapi dengan pengaman lengkap full bodynya.

Sesi terakhir diisi dengan standar jmhi panen lestari dan higienis yang nanti akan ditindaklanjuti di hari berikutnya dengan proses panen di lapangan yang dilanjutkan dengan proses tiris yang higiensi.


“tahun tahun lalu kami masih sering panen madu di sekitar kampung, sekarang kami harus pergi ke tempat-tempat jauh untuk mencari madu.”

Masih ada dua hari lagi, semoga sesi pembelajaran bersama dengan teman-teman pawang madu hutan dari Pining ini bisa membawa manfaat buat para petani madu hutan, sehingga mereka lebih menjaga hutan di sekitar mereka tetap lestari, dan kawanan lebah pun terlindungi.

Dokumentasi kegiatan pelatihan ICS JMHI – Pining, Gayo Lues

One thought on “Pelatihan ICS Madu Hutan di Pining, Aceh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *