Sosialisasi & Bimbingan Teknis Program Ekolabel Swadeklarasi Madu Hutan

Senin, 25 Februari 2019 bertempat di Ruang pertemuan lantai 2 Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Putussibau, diadakan acara Sosialisasi & Bimbingan Teknis Program Ekolabel Swadeklarasi Madu Hutan.

Dihadiri oleh sekitar 30 lebih tamu undangan yang berasal dari beberapa dinas yang terkait, kelompok petani madu dari Danau Sentarum dan Sentra Kapuas Hulu dan juga beberapa lembaga yang bergiat di sekitar permaduan.

Acara sambutan oleh bapak Ir. Arief Mahmud, M.Si. selaku tuan rumah.

Dilanjutkan dengan pembukaan oleh bapak Ir. Noer Adi Wardojo, M.Sc. dari Pustanlinghut.

Sedangkan narasumber diisi oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Direktur Pustanlinghut, Disperindag Kalimantan Barat, Disporapar Kalimantan Barat dan Jaringan Madu Hutan Indonesia (JMHI).

Materi pertama mengenai kerjasama pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (madu hutan) di taman nasional Danau Sentarum disampaikan oleh bapak Ir. Arief Mahmud, M.Si.

Setelah itu ibu Dra. Nurmayanti, M.Sc dari Pustanlinghut memberikan materi mengenai Skema Ekolabel Swadeklarasi Madu Hutan.

Sekaligus juga memprestentasikan mengenai kebijakan dan program ekonomi kreatif untuk mendorong pengembangan produk lokal melalui penerapan ekolabel di Indonesia dari BEKRAF.

Materi pengelolaan kebijakan ekspor produk madu hutan menjadi pembahasan berikutnya yang disampaikan oleh bapak Eko Darmawansyah, S. St dari Disperindag Kalbar.

Upaya sektor pariwisata dalam meningkatkan dan konsumsi madu hutan sebagai produk unggulan daerah menjadi bahasan materi dari kepala Disporapar Kalbar, ibu Dra. Natalia Karyawati, ME

Terahkir materi mengenai JMHI sebagai lembaga verifikasi ekolabel swadeklarasi madu hutan dipresentasikan oleh direktur JMHI, Hermanto.

Sesi berikutnya tanya jawab dari beberapa peserta terutama mengenai permasalahan pemasaran yang dihadapi oleh kelompok madu hutan di sekitar kawasan taman nasional.

Tak terasa acara sosialisasi harus diakhiri pukul 13.15. Lebih mundur dari waktu yang ditentukan pukul 12.30.

Turut senang dengan antusias semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi untuk permasalahan yang terjadi dengan madu hutan yang merupakan produk hutan non kayu unggulan. Semoga dengan sertifikasi ekolabel swadeklarasi ini akan semakin membuka peluang pasar yang lebih besar lagi dan turut membangun kepercayaan pasar akan produk madu hutan yang berkualitas, yang diproduksi oleh kelompok yang menjaga kelestarian hutan dan juga koloni lebah.

Terima kasih untuk semua pihak yang mendukung sehingga acara sosialiasi dan Bimbingan Teknis Program Ekolabel Swadeklarasi Madu Hutan berjalan dengan lancar.

Untuk proses panen dan paska panen verifikasi untuk ekolabel di Danau Sentarum bisa dibaca di http://www.jmhi.info/panen-madu-hutan-di-danau-sentarum/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *