Panen Madu Hutan di Danau Sentarum

Sejak Oktober 2018, teman-teman di Asosiasi Periau Danau Sentarum sibuk dengan persiapan panen madu hutan di Danau Sentarum. Lebah hutan Apis dorsata memang banyak yang hinggap di tikung mereka. Tahun 2018 bisa dibilang panen besar karena sumber bunga yang cukup melimpah di kawasan sekitar Danau Sentarum.

Bunga Putat, yang merupakan salah satu bunga yang disukai lebah hutan terlihat hampir disetiap kawasan. “Perkiraan kami sekitar 15-20 ton, mungkin untuk panen kali ini” ucap salah satu petani madu anggota APDS.

Benar saja hingga februari 2019 ini, walau sudah berkurang banyak bunga, tapi masih bisa dijumpai beberapa sarang yang masih menempel pada dahan tikung.

Tikung merupakan salah satu metode dahan buatan yang dilakukan di kawasan Danau Sentarum. Proses tikung banyak berhasil dilakukan dengan kawasan yang berpohon rendah, misalnya di kawasan danau atau bakau. Tapi banyak tidak berhasil di kawasan hutan dengan pohon tinggi.

Perjalanan ke Danau Sentarum kali ini bertepatan dengan kegiatan Ekolabel swadeklarasi produk madu hutan yang diadakan untuk Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS) di Semangit.

Salah satu materi yang diverifikasi adalah proses panen lestari yang dilakukan oleh kelompok APDS. Apakah mengikuti aturan dan prosedur yang sudah ditetapkan bersama ataukah masih ada temuan-temuan yang bertentangan dengan aturan yang berlaku.

para pemanen bersiap untuk berangkat
mode pakaian : panen madu

Dengan menggunakan 3 perahu, satu perahu untuk para pemuar (pemanen madu) dan 2 perahu untuk penguji yang berasal dari Lembaga Verifikasi Ekolabel Perkumpulan Jaringan Madu Hutan Indonesia.

kapal “penonton” aman dalam “kelambu”
aman terlindung untuk yang menonton panen

Peralatan pemanenan sudah disiapkan di dalam perahu. Ember plastik, kulit kayu untuk pengasapan, pisau stainless dan sarung tangan merupakan peralatan standar panen di JMHI. Selain itu peralatan untuk keamanan para pemanen juga sudah mulai dipakai. Topi lapangan yang sudah dimodifikasi dengan menggunakan jalan penutup untuk melindungi sengatan lebah. Sarung tangan, jaket dan juga celana panjang.

menyiapkan pengasap
asap merupakan pengaman dari lebah

Begitu mendekati lokasi tikung, kulit kayu mulai dinyalakan sampai asap mulai keluar cukup banyak. Perahu mulai berlahan mendekat ke bawah tikung.

pak Wasir dalam siap panen

Pak Wasir, salah satu pemanen hari ini mulai mendendangkan lagu timang lalau. Timang lalau merupakan salah satu tradisi khas yang masih dilakukan di beberapa daerah. Mantra yang menenangkan kawasan lebah, dimaksudkan untuk memuji kebaikan lebah dan juga meminta ijin untuk memanen madu dari sarang.

sarang masih tertutup lebah hutan – hitam pekat

Sembari berdendang ranting berasap diusap ke sarang untuk mengusir kawanan lebah dari sarang mereka. Dengung ribuan lebah berpencar seakan memenuhi sekitar, nggggggggggg…

pengasapan mengusir lebah dari sarang

Beberapa lebah menempel di tangan saya yang memegang kamera. Saya berusah tidak terlalu mengabaikan karena percaya dengan sarung tangan lapis dua yang saya kenakan.

bagian sarang setelah ditinggal lebah

Tak berapa lama, sarang berwarna putih di ujung dan sebagian coklat ditengah tersingkap. Dari kejauhan tadi sarang terlihat berwarna hitam karena tertutup ribuan koloni lebah yang menjaga sarang. Begitu mereka terbang, sarang yang terbuat dari lilin tersingkap.

Bagian yang berisi madu di bagian kepala. Berwarna putih menandakan sarang sudah tertutup berisi madu. Bagian yang berwarna coklat merupakan tempat anakan lebah.

Standar proses lestari JMHI adalah hanya mengambil bagian yang berisi madu. Dan tidak memotong seluruh sarang. Selain itu juga menyisakan sedikit bagian madu untuk keberlangsungan koloni lebah.

Tikung yang kami panen kali ini milik salah seorang anggota APDS di Semangit, pak Yono. Tikung sudah dua kali panen. Kepala sarang kembali terbentuk dan berisi madu walau sudah dua kali panen. Karena musim kali ini sumber bunga cukup melimpah, sehingga lebah belum migrasi dan masih mengumpulkan madu.

asap sangat membantu menghalau lebah

Saya sebagai pihak luar yang bermaksud mendokumentasikan panen lestari mulai kewalahan ketika tak lama kemudian dengung puluhan lebah mulai terasa semakin kencang dari belakang kepala. Beberapa lebah sudah mulai menempel di kaos tangan. Sesekali lebah Apis dorsata lewat di depan wajah, beruntung terlindung dengan topi berjaring yang saya pakai.

Beberapa hari yang lalu, pak Yono dan anaknya kena sengat puluhan lebah ketika hendak memanen madu di sarang yang sama. Lebah hutan Apis dorsata memang lebah yang ganas, sekali mereka menyerang dan feromon menguar, kawanan yang lain juga akan ikut menyerang, bahkan mengejar hingga jauh. Anak pak Yono bahkan sampai pingsan ketika mereka berdua tiba di rumah setelah lari dari kejaran lebah Apis dorsata.

Selesai mendendangkan timang lalau, Pak Wasir mulai mengambil pisau. ucapan Terima kasih, terima kasih, keluar dari mulut pak Wasir sebelum mulai memotong bagian kepala berisi madu dan memasukan ke dalam wadah berbentuk jerigen yang dipotong bagian atasnya.

pak Wasir mulai memotong kepala berisi madu

Tiga kali pemotongan, masih tersisa kepala madu di bagian bawah. Pak Wasir mulai turun dari dahan membawa wadah berisi panen madu.

Panen lestari menyisakan sebagian sarang berisi madu, tidak memotong semua sarang

Perahu berisi madu, dengan dikawal asap, segera meninggalkan lokasi. Kepala sarang berisi madu terlihat bagai bongkahan emas putih yang teronggok. Indah dan berkilau tertimpa sinar matahari.

hasil panen

Kepala sarang segera dipindahkan ke wadah khusus dan kemudian ditutup rapat selama perjalanan. Wadah juga tidak boleh terpapar sinar matahari, harus terlindung supaya kualitas madu tetap terjaga hingga nanti tiba di tangan konsumen.

emas putih – madu hutan

Begitu menjauhi sarang dan hampir tiba di kampung, asap satu persatu kami matikan. Senyum dan tawa riang dari kami yang sudah selesai melaksanakan tugas dengan baik. Mereka memanen madu, sedangkan saya memverifikasi apakah pemanenan mereka sesuai dengan standar yang disepakati di ekolabel swadeklasrasi produk madu hutan dengan klaim panen lestari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *