panen-lestari-APRSCP

Panen Lestari – Sharing JMHI di APRSCP

Selasa 13 November 2018, Sekretariat JMHI mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman tentang panen lestari di acara 14th Asia Pacific Roundtable on Sustainable Consumption and Production (APRSCP).

Bersama dengan narasumber dari Direktorat Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat (BUPSHA) yang di wakili oleh ibu Lusi dan Arief Mahmud, Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, sekretariat JMHI diwakili oleh Wahyu Widhi.

Dari BUPSHA berbagi pengalaman tentang hasil hutan bukan kayu yang ternyata merupakan 90% produk dari area perhutanan sosial.

BUPSHA juga menerangkan kunci keberhasilan mereka antara lain karena pendampingan kelompok, pengelolaan kawasan hutan untuk argo foresty, eco tourism dan pengelolaan hhbk, akses ke permodalan melalui KUR dan BLU dan jaminan pasar.

panen-lestari-APRSCP
pak Arief Mahmud berbagi cerita tentang pengelolaan madu hutan di Danau Sentarum

Sementara pak Arief Mahmud selaku Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum berbagi pengalaman tentang pemanen madu hutan di Danau Sentarum. Sarang lebah di Danau Sentarum yang bisa dipanen dari dua jenis pohon. Lalau untuk sarang yang berada di pohon yang tinggi dan Tikung yang berada di dahan buatan.

panen-lestari-APRSCP
berbagi pengalaman tentang panen lestari

Sekreatariat JMHI lebih banyak berbagi pengalaman tentang panen lestari. Bagaimana dulu di awal pembentukan sekretariat JMHI beberapa anggota kesulitan untuk menjual madu hutan, kualitas madu yang kurang bagus dan harga yang rendah.

“Bayangkan satu sarang lebah bisa terdiri dari 100 ribu lebah pekerja. Kalau kita panen dengan memotong seluruh sarang, bisa terbayang berapa banyak lebah yang terbunuh.”

panen-lestari-APRSCP
para peserta menyimak materi

Dengan pelatihan tentang panen lestari dan juga produksi tiris yang lebih higienis perlahan-lahan produk produk madu hutan dari anggota JMHI mulai dikenal sebagai produk madu hutan yang berkualitas.

panen-lestari-APRSCP
materi presentasi Panen Lestari

Proses panen lestari yang dilakukan anggota JMHI antara lain
1. Tidak menebang atau merusak pohon tempat lebah biasa bersarang
2. Tidak menggunakan sembarangan alat saat panen.
3. Tidak panen sembarang waktu
4. Menanam tanaman pakan lebah
5. Menggunakan asap, tidak dengan nyala api besar supaya terhindar dari kebakaran dan terbunuhnya koloni – koloni lebah
6. Potong hanya kepala sarang, di sisakan sedikit bagian madu.
7. Tidak mengambil bagian larva untuk bagian komersil
8. Membersihkan sisa sarang dibagian kepala madu yang melekat di dahan
9. Hindari kerusakan bagian sarang yang tertinggal.
10. Pisau yang di gunakan adalah stainless steel.
11. Menggunakan sarung tangan pada saat panen
12. Dahan bekas sarang dibersihkan setelah pengambilan sarang lebah.
13. Jerigen penampung berwarna putih dan bersih
14. Disarankan supaya panen di siang hari

panen-lestari-APRSCP
Widhi dari sekretariat JMHI berbagi cerita

Banyak manfaat yang didapat dengan menerapkan panen lestari, koloni lebah yang bisa berkembang biak dan membentuk koloni baru dan akan kembali ke lokasi di masa mendatang. Masyarakat petani madu juga akan mendapatkan hasil madu hutan yang lebih banyak dengan semakin banyaknya lebah dan sumber bunga yang melimpah dan yang utama masyarakat mendapatkan insentif dari menjaga hutan di sekitar mereka.

This content requires HTML5/CSS3, WebGL, or Adobe Flash Player Version 9 or higher.

Dan yang penting memang saling berbagi peran dengan banyak lembaga dan kelompok sehingga masyarakat sejahtera, hutan terjaga dan lebah hutan tetap lestari.

note : credit foto panitia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *