Madhu Duniya 2019

Konferensi Madhu Duniya dilaksanakan di Tanay Provinsi Rizal dan Manila Philipina pada tanggal 20 – 24 Oktober 2019. Ini adalah keempat kalinya konferensi madhu duniya diselenggarakan setelah yang pertama di India, kedua di Indonesia, ketiga di Kamboja dan ini yang keempat di Philipina. Dalam konferensi kali ini peserta yang hadir dari Sembilan negara yaitu dari Philipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Thailand, Myanmar, Malaysia, Laos dan India.

Kegiatan pertama yang dilakukan adalah perkenalan di antara para peserta dari berbagai negara dan dengan menyebutkan bunyi suara lebah masing masing dan tidak boleh sama dengan peserta negara lain. Setalah itu dilanjukan dengan slide show tentang sejarah dan perjalanan madhu duniya yang mana mulai dari tahun 2007 sampai dengan saat ini. Setelah itu dilanjutkan dengan presentasi dari tiap tiap negara untuk update kegiatan dan perkembangan selama empat tahun terakhir.

Pada tanggal 21 November 2019, acara madhu duniya dimulai dengan pembukaan dari pemerintah provinsi Rizal dan dilanjutkan dengan presentasi update tiap negara setelah itu dilakukan mengunjungin booth booth pameran dari masing masing negara peserta madhu duniya, update mengenai project Forest Honey Collective Mark (FHCM) dan photo bersama.

Pada siangnya dilanjutkan dengan panel talkshow tentang pemasaran madu hutan yang mana narasumbernya yaitu dari frest mart di Philipina, PT UKMI diwakili oleh ibu Patricia dan Eman Serodi Kelen berbagi pengalaman tentang export madu hutan dari Indonesia. Pada sore hari dilanjutkan dengan pengenalan madu dan ciri khas madu dengan metode organoleptic yaitu dengan tehnik penciuman aroma, dan rasa madu. Setelah itu dilanjutkan dengan pengenalan sumber bunga atau pakan lebah dengan cara melihat pollen pada madu dengan menggunakan microscope.

Hari ketiga dilanjutkan dengan presentasi dari Dr. Denise Margaret Matias berhubungan dengan ancaman lebah hutan Apis dorsata dan dilanjutkan dengan presentasi protocol atau panduan untuk pemanenan dan paska panen madu hutan. Sesi selanjutnya berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang Apis cerana, kristalisasi madu, nilai tambah dan trigona atau stingless bee.

Hari keempat dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Infanta Quezon untuk mengunjungi rumah produksi dan pemasaran dari kelompok petani madu di Infanta dan berbagi pengalaman serta rekomendasi buat kelompok madu di Infanta dan dilanjutkan kembali ke Manila.

Hari terakhir dilanjutkan dengan panel para ahli madu dimana presentasi – presentasi mengenai madu hutan dari segi ilmiah dan hasil dari penelitian yang dilakukan pada narasumber.

Pada Madhu Duniya tahun 2019 ini JMHI mendapatkan Madhu Duniya award. Penghargaan ini diberikan kepada JMHI atas komitmen dalam pengelolaan madu hutan mulai dari tingkat petani sampai kepada pemasaran di tingkat nasional dan kerja sama multipihak yang terjalin sangat baik dan terus berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *