Sosialisasi pengembangan madu hutan di Aceh

aceh-2

Sosialisasi pengembangan madu hutan di Aceh, Kawan komunitas madu hutan Trumon di Aceh Selatan sudah sejak lama dikembangkan kawan-kawan JKMA (Jaringan Komunitas Masyarakat Adat) bersama komunitas, selain itu terdapat komunitas penggiat madu di Aceh besar yang dibina kawan-kawan YRBI (Yayasan Rumpun Bambu Indonesia), semoga kawan-kawan di Aceh bisa terus mengelola dan mengembangkan potensi madu hutan yang ada sebagai bagian perlindungan dan kelola wilayah adat Continue reading

JMHI kupas madu Belitung – pos belitung, 12 Februari 2015

 

pos-belitung

Acara workshop berbagi pengalaman tentang madu hutan dari anggota JMHI dan petani madu hutan di Belitung mendapat respon yang cukup positif dari beberapa petani, dinas pemerintah maupun beberapa stake holder lainnya. Salah satu media massa lokal, Pos Belitung memuat liputan workshop dan kunjungan ke rumah dinas Bupati Belitung di terbitan Kamis, 12 Februari 2015.

Continue reading

Sharing pengalaman dan pengetahuan madu hutan JMHI di Belitung

IMG_4843_tn

Bupati Kabupaten Belitung, Sahani Saleh ingin sekali mengembangkan potensi madu hutan yang terkenal sebagai madu pahit (madu palawan) menjadi produk unggulan dari Belitung. Hal tersebut disampaikan saat bertemu di rumah dinas antara Sekretariat JMHI (jaringan madu hutan Indonesia) dan beberapa perwakilan anggota JMHI dari beberapa wilayah di Indonesia, seperti ; petani madu hutan dari Taman Nasional Danau Sentarum (Kalbar), Taman Nasional Tesso Nilo (Riau), Taman Nasional Ujung Kulo (Banten), dan perwakilan dari peneliti, Nicolas Cesard dari MNHN Paris (Prancis).
Continue reading

Kajian Manfaat Madu Hutan Anggota JMHI terhadap Penyakit Kangker dan Anti Aging

cover penelitian maduKajian Manfaat Madu Hutan Anggota JMHI terhadap Penyakit Kangker dan Anti Aging oleh Rita Kartika Sari dan Rio Bertoni

Madu hutan merupakan salah satu dari lima produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) unggulan. Pengembangan madu hutan menjadi prioritas utama dalam rencana kehutanan tingkat nasional 2010-2019 karena diyakini dapat mengembalikan potensi multi fungsi hutan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan berkontribusi nyata bagi kepentingan pemeliharaan lingkungan global karena secara tidak langsung melibatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan di mana sarang lebah Apis dorsata berada. Sarang lebah menghasilkan madu yang menjadi sumber pendapatan masyarakat (Kemenhut 2009). Selain itu, pengembangan madu hutan ditujukan untuk memenuhi permintaan madu dalam negeri Indonesia yang mencapai 3000 ton per tahun, tetapi hanya 30% saja yang dapat dipenuhi oleh produsen madu dalam negeri (Wismoro 2013). Continue reading

Dengar pendapat dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di Pontianak

menteri-kehutanan-1

Dengar Pendapat dengan Ibu Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di Pontianak 19 Jan 2014 bersama kawan-kawan Walhi Kalbar, WWF-Indonesia Prog. Kalbar, SamPan, Pancur Kasih, dan beberapa perwakilan lembaga lainnya. Salam dari Ibu Menteri kepada kawan-kawan Komunitas penggiat madu hutan, beliau akan menindak lanjuti untuk me-Review kembali PP 12-2014 Tentang PNBP dan juga P 68-2014 mengenai harga patokan produk hasil hutan yang dijadikan dasar untuk penarikan PNBP. Selain itu beliau akan meminta jajarannya terutama di tingkat daerah kepada komunitas yang berada di wilayah konservasi/Lindung untuk dapat mengakses dan mengelola potensi madu hutan dengan tetap mengedepankan kelestarian dan konservasi. Continue reading

Sat Pol PP Sanggau amankan pembuatan madu palsu

madu-palsuCovesia.com – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Sanggau menggerebek sebuah kamar kos yang dijadikan pabrik mini untuk pembuatan madu palsu di kawasan Bujang Malaka, Kota Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar).

Menurut Kepala Seksi Pemeriksaan Penyidikan Sat Pol PP Sanggau, Wendy Very Nanda di Sanggau, Sabtu, penggerebekan itu atas laporan masyarakat. “Ternyata benar dan ditemui madu palsu berikut bahan baku lainnya,” ujarnya, sebagaimana dilansir covesia.com dari antara, Sabtu (17/1/2015).

Continue reading

Brosur Madu Hutan Flores

Brosur untuk memperkenalkan madu hutan Flores , sistem panen lestari dan panen tiris dari teman-teman Gapoktan Rita Bala yang didampingi Swiss Contact Indonesia ini sangat menarik untuk di baca. Dengan desain yang minimalis tapi mudah dibaca sehingga membuat informasi nya menjadi mudah dipahami. Terdapat 2 versi bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris

brosur-flores-1-indonesia_tn Continue reading

Dompet Dhuafa Berdayakan Petani Madu Ujung Kulon

_MG_3726_tn

Melalui program Grant Making, Dompet Dhuafa memberdayakan petani madu hutan di Ujung Kulon, Banten. Program yang merupakan hasil sinergi Dompet Dhuafa dengan Perhimpunan Hanjuang Mahardika Nusantara (PHMN) ini menginisiasi petani madu untuk dapat menerapkan panen madu lestari, meningkatkan kualitas madu serta akses pemasaran secara masif.

Grant Making adalah salah satu program yang diinisiasi untuk dapat bekerja sama dengan berbagai lembaga sosial sehingga meningkatkan daya saing produk lokal dan memberi ruang kreasi dalam lingkup pemberdayaan ekonomi. Continue reading

Pertemuan Membahas Tentang Pengetahuan Local Terkait Dengan Penyerbukan Dan Produk Makanan Di Panama City 2-4 Desember 2014

local knowledge valentinus heri

Workshop ini diselenggarakan oleh Unesco dan Ilo yang mana pertemuan ini adalah pertemuan tindak lanjut setelah pertemuan di Bonn, Jerman.

Workshop ini diadakan karena keprihatinan dunia terhadap ancaman krisis pangan yang terjadi akibat kerusakan lingkungan dan degradasi lahan dan juga peningkatan kebutuhan terhadap makanan serta adanya trend kenaikan jumlah populasi manusia yang terus meningkat. Dan peran indiginues people sangat diperlukan dalam mempertahankan dan menyebarkan pengetahuannya dalam mengelola alam dengan bijaksana terutama dalam hal penyerbukan untuk menyediakan kebutuhan produk makanan untuk dunia dimasa mendatang. Continue reading